Tindakan tegas Washington ini secara mendadak menghentikan jeda kemanusiaan dan memupuskan harapan publik internasional akan pembukaan kembali dialog diplomatik yang sempat diupayakan untuk meredakan ketegangan regional.
Sumpah Trump dan Eskalasi Pertikaian
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa langkah militer balasan tersebut merupakan sebuah konsekuensi logis dan tidak dapat dihindari atas tindakan agresif Teheran. Mengingat konflik kedua negara kini telah memasuki bulan keenam, Trump menegaskan posisi Washington yang tidak akan tinggal diam terhadap setiap ancaman yang menyasar personel maupun aset militer AS.
"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras, karena sekarang giliran kami," tegas Trump dalam keterangannya kepada para wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, sebagaimana dikutip oleh The Wall Street Journal.
Dalam penjelasannya, Trump juga mengklaim bahwa pihak Teheran sebenarnya sempat menyampaikan permohonan agar Amerika Serikat tidak melakukan balasan usai insiden penyerangan tersebut. Namun, karena serangan rudal ke Yordania tetap diluncurkan, Washington menilai tindakan tegas harus segera diambil untuk menjaga kewibawaan serta keamanan pasukan di lapangan.
Pupusnya Solusi Diplomatik
Sebelum eskalasi terbaru ini terjadi, Trump sempat menginstruksikan penghentian sementara kampanye pengeboman udara selama 13 hari terhadap kawasan Iran. Moratorium serangan tersebut semula dirancang sebagai ruang bagi para diplomat untuk menguji peluang negosiasi damai.
Meskipun serangan rudal Iran ke Yordania pada Selasa lalu berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara AS, aksi Teheran tersebut memicu tekanan politik yang sangat besar di dalam negeri AS terhadap Trump. Akibatnya, jeda pengeboman berakhir dan prospek tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat kembali menguap.
Tiga Opsi Strategis Washington–Tel Aviv
Di tengah eskalasi yang kian memanas, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan kerja ke Washington D.C. Pada Rabu (29/7/2026), Netanyahu mengadakan pertemuan strategis dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Pertemuan ini menyusul diskusi tingkat tinggi antara Trump dan Netanyahu di Gedung Putih sehari sebelumnya.
Seorang pejabat senior pemerintah Israel mengungkapkan bahwa kedua pemimpin negara meninjau tiga skenario utama dalam menghadapi Iran:
- Jalur Diplomasi: Mendorong negosiasi dan kesepakatan diplomatik baru.
- Tekanan Ekonomi Ekstrem: Memperketat blokade dan membatasi jalur perdagangan darat Iran.
- Aksi Militer Penuh: Kembali melancarkan serangan militer berskala besar secara intensif.
Pihak Israel menyerahkan keputusan akhir penuh kepada Presiden Trump. Kendati demikian, Tel Aviv menilai kombinasi antara jalur diplomatik dan pengetatan sanksi ekonomi tetap dapat berjalan secara sejajar guna menekan kemampuan logistik serta militer Iran di kawasan.