Harga Bawang Hingga Beras Naik Akhir Pekan, Cabai Kompak Turun

 l

Pasar Tradisional (BINUS)
Jakarta, Honewire.id - Sejumlah harga pangan strategis di Indonesia kembali mengalami kenaikan pada pertengahan Juni 2026. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia per 14 Juni 2026, kenaikan terjadi pada berbagai komoditas penting yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari, mulai dari beras, bawang merah, bawang putih, daging sapi, gula pasir hingga minyak goreng.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang melonjak hingga 8,88% menjadi Rp42.300 per kilogram. Sementara itu, bawang merah juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 2,02% menjadi Rp55.450 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan tekanan pada kelompok bumbu dapur yang berpotensi meningkatkan biaya konsumsi rumah tangga.

Di sektor beras, harga beras kualitas super I naik menjadi Rp17.550 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II mencapai Rp17.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas medium I yang berada di level Rp16.250 per kilogram. Mengingat beras merupakan makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia, kenaikan harga ini berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat secara luas.

Komoditas protein hewani juga mengalami kenaikan. Harga daging sapi kualitas I tercatat mencapai Rp148.600 per kilogram. Sementara itu, gula pasir lokal naik menjadi Rp19.150 per kilogram dan gula premium berada di level Rp20.250 per kilogram.

Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng kemasan bermerek I naik menjadi Rp24.200 per kilogram, sedangkan minyak goreng bermerek II mencapai Rp23.300 per kilogram. Kenaikan pada sejumlah komoditas ini berpotensi memberikan tekanan inflasi pangan apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Kelompok cabai justru menunjukkan tren penurunan. Harga cabai merah besar turun 5,03% menjadi Rp61.300 per kilogram, cabai merah keriting turun 7,95% menjadi Rp56.150 per kilogram, cabai rawit hijau turun menjadi Rp53.900 per kilogram, dan cabai rawit merah turun menjadi Rp74.550 per kilogram.

Pergerakan harga yang beragam ini menunjukkan dinamika pasokan dan permintaan pangan nasional yang terus berubah. Pemerintah dan pemangku kebijakan akan terus memantau perkembangan harga guna menjaga stabilitas inflasi serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama