Jakarta, Honewire.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menilai keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% merupakan langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tingginya ketidakpastian global. Kebijakan tersebut dipandang sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan tekanan inflasi.
Menurut BRI, kondisi pasar keuangan global yang masih bergejolak membuat bank sentral perlu mengambil langkah antisipatif agar perekonomian domestik tetap terjaga. Stabilitas rupiah menjadi salah satu fokus utama karena pergerakan nilai tukar yang terlalu fluktuatif dapat berdampak pada dunia usaha, investasi, hingga daya beli masyarakat. Selain itu, kebijakan suku bunga yang lebih tinggi juga bertujuan memastikan inflasi tetap berada dalam rentang target yang telah ditetapkan pemerintah.
Meski suku bunga meningkat, BRI optimistis kondisi industri perbankan nasional tetap berada dalam posisi yang kuat. Hal tersebut didukung oleh permodalan yang memadai, likuiditas yang terjaga, serta kualitas aset yang relatif baik. Perseroan menegaskan akan terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola aset dan liabilitas agar kinerja perusahaan tetap sehat di tengah perubahan kebijakan moneter.
Sebagai bank yang memiliki fokus besar pada pembiayaan UMKM, BRI juga berkomitmen menjaga fungsi intermediasi agar tetap berjalan optimal. Penyaluran kredit kepada sektor produktif akan terus dilakukan secara selektif guna mendukung aktivitas ekonomi dan menjaga momentum pertumbuhan nasional. Di saat yang sama, perusahaan akan memperkuat struktur pendanaan dan menjaga efisiensi biaya dana agar mampu beradaptasi dengan lingkungan suku bunga yang lebih tinggi.
Secara keseluruhan, BRI memandang kenaikan BI Rate bukan hanya sebagai respons terhadap tekanan eksternal, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas makroekonomi jangka panjang. Dengan sinergi antara kebijakan moneter, sektor perbankan, dan dunia usaha, perekonomian Indonesia diharapkan tetap mampu tumbuh secara berkelanjutan meski menghadapi berbagai tantangan global.