Meskipun aktivitas logistik di kawasan Timur Tengah tersebut mulai berjalan, para pengamat ekonomi mengingatkan bahwa pemulihan ekonomi secara menyeluruh tidak dapat terjadi dalam sekejap. Efek domino dari gangguan rantai pasok terdahulu dinilai masih menyisakan beban inflasi global yang cukup berat.
Sebagai contoh, penyesuaian tarif gas domestik atau utilitas rumah tangga biasanya memerlukan waktu jeda (lagging) sekitar tiga bulan sebelum bisa ikut turun mengikuti tren penurunan harga komoditas di tingkat hulu. Artinya, masyarakat luas belum bisa langsung merasakan dampak penurunan biaya energi dalam waktu dekat.
Di sisi lain, pemulihan arus distribusi barang juga tidak bisa langsung berjalan mulus. Penumpukan armada kapal kargo dan tanker yang sempat tertahan dalam antrean panjang selama masa penutupan jalur diproyeksikan akan memperlambat normalisasi operasional logistik laut global secara total.
Sejumlah lembaga keuangan dan bank sentral, termasuk Federal Reserve (The Fed), diprediksi akan tetap bersikap waspada dalam menentukan arah kebijakan moneter. Hal ini dikarenakan tekanan inflasi akibat lonjakan harga minyak bumi dan komoditas pangan dunia sebelumnya masih membayangi target stabilitas ekonomi makro di berbagai negara.